Pembuangan Bayi di Bandara Qatar

Pembuangan bayi di bandara Qatar sempat menggegerkan masyarakat yang hendak terbang menggunakan pesawat beberapa waktu kemarin dan menimbulkan polemik seketika. Sebelumnya, setiap penumpang mendapat perintah wajib untuk turun dari unit pesawat yang mereka tumpangi untuk menjalani penggeledahan.

Pemerintah pusat Qatar baru saja mengungkapkan bahwa pada akhirnya mereka berhasil menemukan orang tua yang membuang sang bayi malang di toilet bandara Doha. Seorang wanita teridentifikasi berasal dari sebuah negara Asia berusaha kabur ke luar negeri setelah membuang sang bayi begitu saja berdasarkan penuturan jaksa Qatar.

Pembuangan Bayi di Bandara Qatar Akhirnya Terungkap

Pihaknya juga sedang mengupayakan bagaimana pun caranya agar tersangka dapat segera terjerat oleh proses ekstradisi yang terjalin antar kedua negara. Jaksa maupun pengadilan Qatar menolak untuk menyebutkan nama negara Asia tersebut sementara ini sampai jangka waktu yang belum ditentukan kapan perilisan info selanjutnya akan digelar.

Saat pandemi sedang berlangsung seperti sekarang ini, mengapa bisa – bisanya terjadi insiden memalukan dari negara Qatar terkait dunia aviasi. Padahal, industri penerbangan sedang terpukul akibat covid sehingga bahkan Qantas Airlines terapkan wajib vaksin untuk penumpang internasional sehingga makin banyak orang menghindari jalur udara.

Pihak Bandara Doha mengaku sangat malu atas perbuatan semena – mena oleh petugas tanpa mengindahkan protokol keamanan negara tersebut. Mereka terlalu panik sampai sempat mengadakan tes DNA wajib kepada setiap penumpang pesawat, untungnya proses itu membuahkan hasil dan menemukan bahwa ayah sang bayi adalah orang Asia.

Pembuangan Bayi di Bandara Qatar Mempermalukan Industri Penerbangan

Insiden besar mengenai pembuangan bayi di Bandara Qatar telah memukul reputasi baik yang telah dibangun selama ini di negeri penghasil emas hitam tersebut. Sejumlah warga negara dari Inggris, Australia, hingga Selandia Baru memprotes kebijakan pengelola bandara yang memaksa perempuan untuk menjalani penggeledahan akibat tuduhan membabi buta tentang dugaan melahirkan.

Peristiwa ini berawal dari penemuan seorang bayi berjenis kelamin perempuan terbungkus dalam kantong plastik di sebuah tong sampah bandara. Tempat penampungan sampah sementara itu berlokasi pada ruang keberangkatan tanggal 2 Oktober 2020 dan memicu tindakan cepat untuk pencarian orang tua sang bayi.

Pembuangan Bayi di Bandara Qatar Mempermalukan Industri Penerbangan

Saking paniknya, petugas dikerahkan untuk membongkar habis – habisan total judi online dan sepuluh unit pesawat yang sedang bersiap akan melakukan jadwal terbang dalam hitungan menit di bandara tersebut. Sontak, para penumpang kaget dan merasa diteror oleh keadaan yang serba misterius, sebab sama sekali tidak ada pengumuman resmi dari manajemen bandara saat hendak menggeledah mereka.

Keadaan semakin menjadi keruh lantaran perempuan ini dipaksa untuk menanggalkan baju termasuk pakaian dalamnya sehingga telanjang bulat. Protokol ini mereka jalani karena petugas ingin mencari tanda – tanda bekas melahirkan pada tubuh para penumpang wanita walaupun sebenarnya masih banyak cara lain yang lebih beradab.

Sekilas terlihat sebagai aksi heroik, tapi percayalah anda pasti tidak akan mau berada di posisi penumpang saat itu karena sungguh menyinggung perasaan. Pemerintah pusat Qatar pun menyetujui bahwa proses penggeledahan tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap prosedur standar operasional bandara.

Proses Penggeledahan Yang Tidak Beradab

Menteri Luar Negeri Australia yaitu Marise Payne telah melayangkan gugatan maupun tuntutan resmi ke pemerintahan Qatar dengan status mendesak. Untungnya, Qatar dengan lapang dada mengakui kesalahan serta kelalaiannya dan bertekad untuk memperbaiki kondisi yang sudah terlanjur kejadian agar tidak terulang lagi di lain waktu kemudian hari nanti.

Menlu Marise mengatakan dalam isi surat tersebut bahwasanya warga negara mereka sangat terganggu dengan kelakuan para petugas. Mereka tersinggung karena merasa bahwa hak asasi manusia telah dilanggar dan mencederai undang – undang internasional berdasarkan perjanjian Perserikatan Bangsa – Bangsa.

Proses Penggeledahan Yang Tidak Beradab Terkait Pembuangan Bayi di Bandara Qatar

Walaupun pelaku pembuangan bayi di bandara Qatar sudah diketahui, entah mengapa tim investigasi masih enggan untuk mengumumkan namanya. Bayi tersebut diketahui sehat walafiat dan berada dalam kondisi prima pasca penemuannya lebih dari sebulan lalu, hanya saja status kewarganegaraannya masih menjadi pertanyaan besar.

Berdasarkan kesaksian penumpang dari Australia, semua perempuan digiring ke sebuah lokasi yang gelap gulita menuju ambulans milik bandara. Ketika hendak menjalani pemeriksaan, para wanita yang kebingungan akan situasinya mendadak diminta untuk melepas seluruh pakaiannya tanpa info lebih lanjut.

Total warga negara Australia yang menjadi korban pemeriksaan ilegal tersebut mencapai tiga belas orang, beberapa di antaranya sempat menangis histeris. Namun petugas medis seakan dingin dan memilih untuk mengabaikan tangisannya, seraya tetap memaksanya untuk membuka baju apabila tidak ingin berurusan dengan petugas keamanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *