Kisah BJ Habibie Berjuang Mengharumkan Nama Indonesia Melalui Penerbangan

Kisah BJ Habibie selaku mantan Presiden Republik Indonesia yang ketiga layak kita berikan penghormatan penuh akan jasa besarnya terhadap bangsa. Beliau baru saja menghembuskan nafas terakhirnya dengan tenang beberapa waktu silam, meninggalkan catatan sejarah memuaskan serta reputasi positif tentangnya.  

Selama masih hidup dahulu di dunia fana ini, bapak BJ Habibie memberikan kontribusi tak terhingga demi kemajuan peradaban bangsa Indonesia. Ia memfokuskan diri melayani negara dalam bentuk sumbangsihnya memajukan ilmu pengembangan teknologi di tanah air tercinta Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ketika Soeharto masih berkuasa pada era Orde Baru, ia menunjuk pak Habibie sebagai CEO dari PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio. Pertama kali beroperasi semenjak 26 April 1976,  kemudian mengganti brand nya menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara efektif sejak 1 Oktober 1985 silam.

Kisah BJ Habibie

Pada masa pergantian brand, Habibie berhasil menerbangkan pesawat terbang hasil rancangannya sendiri tepat 10 Agustus 1995 sehingga Soeharto bangga terhadapnya. Nama alat transportasi udara itu berkode N250, mengambil bentuk pesawat komersil seperti pesawat Boeing 737 yang kemarin sempat bermasalah.

Semua pencapaian pak Habibie tidak lepas dari pengalamannya selama belasan tahun bekerja tanpa henti di perusahaan aviasi CASSA, Spanyol. Ia turut serta mengembangkan pesawat berkode CN235 pada tahun 1979 saat masih aktif sebagai team Research and Development di Spanyol.

Kisah BJ Habibie Menjadi Perancang Pesawat Semenjak Usia Muda

Kisah BJ Habibie tentang kepiawaiannya merancang kendaraan udara khususnya pesawat terbang sudah ia tekuni semenjak usianya masih terbilang muda. Pesawat CN235 hasil karya Habibie di usia produktifnya tersebut menarik perhatian sejumlah negara sehingga akhirnya mereka memesan beberapa unit kendaraan.

Kisah BJ Habibie Berjuang Mengharumkan Nama Indonesia Melalui Penerbangan1

Pertama kali tersedia secara komersil, CS235 diperkenalkan melalui konferensi pers kepada sekumpulan awak media massa pada September 1983. Mulai detik itu, PTDI memutuskan bekerja sama dengan CASSA untuk mendistribusikan pesawat buatan Habibie ke seluruh dunia termasuk Indonesia.

Pak Habibie tidak langsung berpuas diri dan mengendurkan semangatnya seputar passion membuat pesawat terbang atas nama rakyat Indonesia. Beliau sempat terlibat dalam mega proyek penciptaan model pesawat terbaru dengan kode N250 serta R80 beberapa waktu belakangan ini.

Kedua model pesawat tersebut adalah buah hasil pemikiran murni karya pak Habibie sendiri dan rencananya ingin diproduksi secara massal. Nantinya produk transportasi umum via jalur udara itu akan didistribusikan lewat perusahaan beliau bernama PT Regio Aviasi Industri atau RAI.

Mengandalkan kedua varian, PT. RAI percaya diri melangkahkan kaki menuju industri penerbangan skala internasional dan mulai dilirik sejumlah negara tetangga. Perbedaan mendasar di antara keduanya yaitu dalam jumlah kapasitas yang mana R80 menampung 80 penumpang, sementara N250 tersedia 50 saja.

Selamat Jalan Bapak Teknologi Indonesia

Selamat Jalan Bapak Teknologi Indonesia

R80 bertubuh besar itu merupakan bagian dari perjalanan hidup terbaik dalam kisah BJ Habibie mengangkat martabat Indonesia di manca negara. Dari sayapnya saja sudah terlihat betapa besar dan panjangnya penolong pengendalian udara si R80 ini, sebab ia harus kuat mengangkat beban.

Pesawat R80 sudah masuk jadwal perilisan beberapa tahun lagi, sekitaran tahun 2022 sambil menunggu pandemi  mereda dari muka bumi. Bahkan tanda kelelahan belum juga muncul pada raut wajah beliau manakala ia berkutat pada kegiatannya mengoprek mesin pesawat terbang.

Opini tersebut dapat kami ungkapkan dengan yakin, sebab pak Habibie bahkan masih menargetkan pembuatan versi terbaru dari pesawat N250. Adik kapal terbang komersil tersebut bernama N2130, fokus pada mesin baling – baling dan berfungsi lebih condong pesawat pribadi daripada kendaraan umum.

Sepeninggalan pak Habibie, beliau menorehkan banyak paten atas namanya dalam bidang ilmu teknologi khususnya seputar industri penerbangan lokal dan luar negeri. BJ Habibie adalah founding father nya PT Dirgantara Indonesia, tanpa jasanya maka mustahil PT DI mampu bertahan di tengah segala keterbatasan.

Habibie selalu mengamalkan pepatah lama bahwa jangan sampai kita menjadi kacang yang lupa akan kulitnya sendiri ketika sukses menghampiri. Oleh sebab itu, sebagai bentuk balas budi maka beliau sempat mendedikasikan dirinya untuk bertukar ilmu aviasi sebagai dosen sekaligus profesor di kampus Jerman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *